Ibsen dan Realisme

Terakhir diperbarui: 14/10/2009 //

Empat drama yang diterbitkan Ibsen pada tahun 1877-1882 dengan judul 'Pillars of Society' (Pilar Masyarakat), 'A Doll's House' (Rumah Boneka),' Ghosts' (Hantu-hantu) dan 'An Enemy of the People' (Musuh Masyarakat) dikategorikan sebagai drama kontemporer realistis atau drama problem.

Ada empat aspek naskah cerita yang digunakan untuk pengelompokkan tersebut:

  1. Cerita menimbulkan masalah dalam masyarakat sebagai topik perdebatan
  2. Tidak memiliki perspektif sosio-kritik
  3. Cerita berlangsung dalam lingkungan kontemporer
  4. Mewakili masyarakat dan situasi sehari-hari

Masalah yang diperdebatkan
Kritikus literatur Denmark, Georg Brandes (1842-1927) merupakan penggagas realisme di negara Nordic. Pada tahun 1871, ia memberikan kuliah di Universitas Copenhagen dengan judul “Main Currents in the Literature of the 19th Century” (Aliran Utama pada Literatur Abad 19) (diterbitkan dalam bentuk buku sebanyak enam volume pada tahun 1872-1890). Dalam karyanya ini, Brandes memperkenalkan gagasan untuk bentuk literatur baru yang menjadi sosio-kritik dan realistik:

“Literatur saat ini hidup dan menunjukkan fakta bahwa literatur menempatkan masalah untuk diperdebatkan. Contoh, George Sand memperdebatkan hubungan antara dua jenis kelamin, Byron dan agama Feuerbach, Proudhon dan property Stuart Mill, serta kondisi Turgenev, Spielhagen dan Emile Augier dalam masyarakat. Literatur yang tidak menempatkan hal apapun untuk diperdebatkan sama dengan permulaan proses literatur tersebut kehilangan artinya.”

Wakil-wakil realisme sosio-kritik di Norway, yaitu Ibsen, Bjørnson, Lie, Garborg, Kielland dan Skram, terinspirasi oleh Brandes. Dalam empat drama yang disebutkan Ibsen di atas, kita menemukan beberapa masalah sosial yang digunakan Brandes sebagai contoh dalam kutipannya. Hubungan antara jender merupakan subyek perdebatan 'A Doll's House' (Rumah Boneka) and 'Ghosts' (Hantu-hantu). Fitur-fitur bermasalah dalam kondisi masyarakat diperdebatkan dalam 'Pillars of Society' (Pilar Masyarakat) dan 'An Enemy of the People' (Musuh masyarakat) (moral sosial, tirani kaum mayoritas, pertimbangan komersial dibandingkan pertimbangan sosial umum, pertimbangan tentang lingkungan, dll).

Perspektif sosio-kritikal
Dalam drama realistisnya, Ibsen tidak mengenal ampun dalam pencarian sisi negatif masyarakat, kepura-puraan (hipokrit) dan disimulasi, penggunaan kekerasan dan tindakan manipulatif, dan selalu menuntuk kebenaran dan kebebasan. Kebenaran, emansipasi, realisasi diri dan kebebasan pribadi merupakan istilah-istilah utama.
 
Dalam 'Pillars of Society' (Pilar Masyarakat), Lona Hessel menyimpulkan bahwa “semangat kebenaran dan semangat kebebasan – itulah pilar masyarakat”. Dalam 'Ghosts' (Hantu-hantu), Ibsen menyoroti pilar yang mendukung masyarakat borjuis, pernikahan dan Kristen, dan ia mengangkat hal-hal yang dianggap tabu, incest (hubungan seksual dengan saudara sedarah), penyakit menular seksual dan euthanasia. Hal ini membuat Ibsen dan mereka yang sependapat dengan idenya menjadi figure kontroversial pada masa mereka.

Karya-karya mereka menciptakan kontroversi atau kekacauan. Dengan memperhatikan lebih jauh, seseorang dapat melihat pentingnya peranan karya-karya tersebut terhadap berbagai pergerakan sosial. Hampir tidak ada karya literatur yang sangat berarti untuk mendukung gerakan liberalisme wanita semua budaya di seluruh dunia seperti 'A Doll's House' (Rumah Boneka).

Perspektif kontemporer
Semua cerita drama yang ditulis Ibsen, termasuk 'Pillars of Society' (Pilar Masyarakat) mengunakan setting masyarakat kontemporer (dimulainya drama kontemporer). Para wakil literatur realistis mentuntuk bahwa mereka harus kembali ke masa mereka dan membiarkan diri mereka ditandai oleh masa itu. Drama bersejarah dalam gaya nasional-romatis dianggap ketinggalan jaman. Dewa-dewa dan pahlawan, kaisar Roma dan raja-raja digantikan oleh tokoh-tokoh “seperti Anda dan saya“. Akting dalam drama-drama tersebut dimaksudkan untuk mengangkat situasi saat itu.

Catatan pertama Ibsen tentang A 'Doll's House' (Rumah Boneka) (tertanggal 19 Oktober 1878) memuat judul “Catatan untuk tragedi kontemporer”. Istilah “tragedi kontemporer” adalah sebuah ilustrasi. Tujuan Ibsen dalam cerita ini adalah mengaplikasikan bentuk tragedi klasik ke dalam bahan yang lebih moderen. Dalam tingkat formal, Ibsen tidak terlibat dalam eksperimen ekstrem untuk A 'Doll's House' (Rumah Boneka). Sebagai contoh, tiga unit klasik dipertahankan, kesatuan waktu, tempat dan tindakan. Apa yang baru dalam konflik moderen, tema-tema yang mengambil tempat di panggung.

Situasi dan masyarakat sehari-hari
Dalam suratnya kepada seorang pelaku teater Swedia, August Lindberg, yang sedang dalam proses memproduksi 'Ghosts' (Hantu-hantu) pada bulan Agustus 1883 (pementasan perdana digelar di Helsingborg pada 22 Agustus 1883 merupakan pementasan pertama di negara Nordic dan Europa), Ibsen menulis:

“Bahasa harus terdengar natural dan bentuk ekspresi harus disesuaikan dengan masing-masin gindividu dalam cerita; seseorang tentunya tidak mengekspresikan dirinya sama dengan orang lain. Hal ini dapat dilakukan selama latihan; ketika seseorang mendengar hal-hal yang kedengarannya natural dan tidak dipaksakan, dan apa yang harus dirubah dan dirubah lagi sampai dialog mencapai bentuk yang kredibel dan realistis. Dampak cerita tergantung pada perasaan penonton, bahwa mereka duduk dan mendengar sesuaty yang terjadi dalam kehidupan nyata sehari-hari."

Ibsen sangat khawatir bahwa dalam drama kontemporernya, penonton (dan pembaca) harus menyaksikan kejadian-kejadian yang dapat dengan mudah menimpa mereka. Hal ini mengharuskan karakter dalam cerita dramanya berbicara dan berperilaku secara alami dan bahwa situasi menggambarkan kehidupan sehari-hari tentang mereka. Para karakter tidak dapat lagi berdialog dalam bentuk sajak seperti dalam 'Brand' dan 'Peer Gynt'. Monolog dan gaya bicara yang kaku dan formal (seperti dalam 'The Warriors at Helgeland' atau Pejuang di Helgeland) dihilangkan. Drama realistis dimaksudkan memberikan gambaran tentang realita.


Sumber: Oleh Jens-Morten Hanssen / ibsen.net   |   Share di jaringan anda   |   print