Migrasi

Foto: Petter Foss /MFA Norway.Foto: Petter Foss /MFA Norway

Terakhir diperbarui: 07/09/2009 //

Emigrasi besar-besaran dari Norwegia terutama ke Amerika Serikat terjadi secara besar-besaran pada akhir tahun 1800 dan awal 1900. Emigrasi ini mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 1860, ketika dua pertiga angka pertumbuhan populasi alami, atau sekitar 10-15% dari jumlah populasi pergi meninggalkan Norwegia. Angka emigrasi tinggi tetap terjadi sampai Perang Dunia I dan tidak berhenti sampai krisis ekonomi pada tahun 1930.
 
Sejak akhir tahun 1960, Norwegia telah mengalami imigrasi dalam jumlah besar, mewakili 1% populasi pada tahun 1970 dan awal 1980. Sejak angka kelahiran diantara penduduk asli Norwegia mengalami penurunan, persentasi pertumbuhan populasi yang disebabkan arus imigrasi telah meningkat secara signifikan mencapai 35-40 persen.

Pada tahun 1960, para imigran tiba dalam jumlah yang sangat besar dari Eropa Selatan, Asia, Afrika dan Amerika Selatan dan sebagian besar menetap di Oslo. Pada tahun 1975, Norwegia secara resmi melarang imigrasi dan peraturan ini tetap berlaku hingga saat ini. Namun larangan ini tidak berlaku untuk kelompok pengungsi dan pencari suaka. Tiap tahun ditetapkan kuota masuk untuk kelompok ini, yang rata-rata datang dari negara bekas Yugoslavia, Pakistan, Vietnam, Iran dan Turki. Tambahan waktu juga diberikan untuk keperluan penyatuan keluarga.


Sumber: Diedit dari Ensiklopedia Norwegia Aschehoug dan Gyldendal / Geir Thorsnæs   |   Share di jaringan anda   |   print