Steinar Hoen meets the students at GoStudySteinar Hoen meets the students at GoStudy

Pelajar Norwegia di Bali mencapai 500

Terakhir diperbarui: 30/03/2010 // Jumlah siswa Norwegia yang belajar di Bali menurun drastis setelah dua serangan bom di Kuta, Bali pada tahun 2002. Namun sejak tahun lalu jumlah siswa yang belajar di Bali untuk pendidikan pra-universitas perlahan mengalami peningkatan.

Iklim tropis, pantai yang indah serta lingkungan belajar yang mendukung menarik perhatian 533 siswa Norwegia untuk belajar di Bali pada musim semi tahun ini. Empat institusi pendidikan Norwegia beroperasi dengan baik di Bali, dan pada semester ini Gateway College mengirim 312 pelajar, Go Study mengirim 97 pelajar, Active Education mengirim 88 pelajar, dan Kulturakademiet mengirim 36 pelajar. Diharapkan jumlah yang sama akan belajar di Bali pada musim gugur tahun ini, yang berarti lebih dari 1.000 siswa Norwegia akan belajar di Bali tahun ini.

Selain menawarkan kursus pra-universitas, keempat institusi pendidikan tersebut juga menawarkan studi di bidang filosofi, psikologi, komunikasi antar budaya, psikologi budaya, dan antropologi sosial, lingkungan sosial, jurnalisme, manajemen pariwisata, olah raga serta Bahasa Indonesia.

 

Upacara di Kedutaan Indonesia di Oslo

 

Sebelum para siswa berangkat menuju Bali, Kedutaan Besar Indonesia di Oslo menyelenggarakan acara perpisahan di Oslo. Para siswa dari Gateway College dan Active Education bersama dengan para guru dan staf operasional dari kedua institusi datang ke acara tersebut. Yuki Mansyur dan Ossy Ivarson dari Kelompok Anak Indonesia mementaskan tari Bajidor Kahot. Selain itu disajikan pula berbagai makanan Indonesia seperti sate ayam, bakmi goreng, lumpia, bakwan, rempeyek, kembang goyang dan kerupuk ikan.

Pada acara tersebut, Chargé d’Affaires Ad-Interim Kedutaan Besar Indonesia di Oslo, Mansyur Pangeran, menjelaskan tentang Indonesia dan Bali serta hubungan bilateral antara Indonesia-Norwegia. Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk belajar karena ragam budaya dan keindahan alam yang dimiliki. Lebih lanjut, Indonesia memiliki populasi lebih dari 240 juta penduduk, 17.000 pulau yang dihuni lebih dari 300 suku, 600 bahasa, tolerasi beragama yang tinggi, serta kekayaan alam yang beragam.

 

Empat institusi Norwegia; Gateway College, Gostudy, Active Education, dan Kulturakademiet mendapat Sertifikat Apresiasi dari Kedutaan Besar Indonesia sebagai penghargaan atas kegiatan mereka memajukan hubungan antar manusia antara kedua negara.

 

GoStudy ingin menggandakan jumlah siswa

 

Agnes Rostrup Van Deun merupakan General Manager GoStudy di Bali. Ia menjelaskan bahwa beberapa perwakilan dari Nesna College sedang mengadakan kunjungan ke kampus dan menyiapkan program olah raga yang akan dimulai semester mendatang. Turut terlibat dalam program olah raga yang baru adalah Steinar Hoen, juara Eropa lompat tinggi. GoStudy baru saja menandatangani perjanjian untuk menggunakan pusat olah raga modern dan hotel untuk akomodasi siswa mereka, dan mereka berharap untuk menggandakan jumlah siswa di semester mendatang.

 

Ketika menunggu makan siang setelah menyelesaikan kelas, seorang siswa mengatakan: “Pelajaran kami sangat menarik dan banyak sekali hal yang dapat dilakukan di sini. Saya baru menyelesaikan kursus selancar dan baru memulai kursus menyelam.” Seorang siswa lain menambahkan, “Setuju, tapi saya harus bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk membayar biaya sekolah. Saya bekerja di tiga tempat semester lalu, tapi saya senang. Hari-hari di sini sangat menyenangkan. Kita belajar selama dua jam dan setelah itu bebas mengerjakan hal lain.”

 

Gateway College di Jimbaran yang indah

Siswa bermain voli pantai setelah belajar oleh Vegard Høidalen

 

Gateway College sendiri memiliki lebih dari setengah jumlah siswa Norwegia yang belajar di Bali. Kampus Gateway College terletak di desa nelayan di Jimbaran. Morten Aas, koordinator pelajar, mengatakan bahwa “kebanyakan pelajar menghargai bahwa kampus terletak di luar daerah yang paling sibuk di Bali, namun juga menginginkan sesuatu dari kami. Kami harus beradaptasi dengan nilai dan budaya setempat.”

 

Dalam tur ke fasilitas olah raga kampus yang baru, Aas menjelaskan bahwa Gateway College melihat peningkatan jumlah siswa yang ingin belajar di Bali dalam satu atau dua semester ke depan. “Sayangnya kita tidak dapat menerima setiap siswa yang ingin belajar di sini karena kita tidak ingin kelompok berkembang menjadi terlalu besar. Selain itu kami tidak memiliki tempat yang memadai untuk menampung lebih banyak orang.”

 

Ivar Schou dari Gateway College di Jimbaran adalah penulis bulan ini. Baca tulisannya disini.


Share di jaringan anda   |   print