Forum Demokrasi Bali

26/02/2009 // Forum Demokrasi Bali yang pertama secara resmi dibuka oleh Presiden Yudhoyono saat peringatan Hari Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 2008. Forum ini akan mempromosikan pembangunan demokrasi di wilayah tersebut melalui dialog dan kerja sama.

Sebanyak 32 negara dari Asia menghadiri Forum Demokrasi Bali, sementara delapan negara datang sebagai pengamat, diantaranya Norwegia. Pertemuan tingkat tinggi, yang berlangsung tiap tahun dan dihadiri oleh menteri luar negeri dan tokoh penting, dirancang untuk menfasilitasi dialog dan kerja sama dalam hal pembangunan kapasitas nasional di negara demokrasi dan negara yang ingin lebih demokratis. Untuk mendukung Forum Demokrasi Bali, Pemerintah Indonesia telah mendirikan Institut Perdamaian dan Demokrasi yang berlokasi di Universitas Udayana, Bali.



Norwegia mengucurkan 2.5 juta Dolar Amerika untuk mendukung Forum Demokrasi Bali, yang akan merupakan lanjutan dari kerjasama bilateral dalam Dialog Inter Media antara Norwegia dan Indonesia. Delegasi dari Departemen Luar Negeri mengunjungi Indonesia pada bulan Februari untuk menindaklanjuti inisiatif Indonesia tentang Forum Demokrasi Bali dan mempersiapkan Dialog Hak Asasi Manusia di Oslo pada tanggal 28-30 April 2009.


Delegasi dari Departemen Luar Negeri Norwegia bersama dengan tuan rumah di Indonesia.

Delegasi yang berkunjung : Duta Besar Jon Westborg (Seksi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi), Deputi Direktur Jenderal Tanja Hegge (Seksi Asia dan Oceania), dan penasehat Marie Louise Teige (bertanggung jawab untuk kerja sama dengan Indonesia.) Delegasi ini disertai oleh Duta Besar Eivind Homme dan Sekretaris Pertama Thomas Mosberg-Stangeby.

Share di jaringan anda   |   print