1. Pertemuan diadakan di Oslo pada 27 April 2009. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Hassan Wirajuda dan delegasi Norwegia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Norwegia, Jonas Gahr Støre. Daftar delegasi dan agenda pertemuan terlampir.
2. Dalam kunjungannya ke Norway, Menteri Luar Negeri Indonesia mengunjungi Pulau Lofoten, dimana dilakukan diskusi mengenai isu yang berkaitan dengan energi, perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan sumber daya alam. Kedua menteri secara resmi membuka Dialog Tahunan HAM kedelapan pada 27 April di Oslo.
3. Para delegasi bertukar pandangan tentang isu yang berkaitan dengan hubungan bilateral, regional dan multilateral bagi kedua negara.
4. Kedua delegasi merasa puas dengan hubungan bilateral yang berlangsung sangat baik dan bahwa hubungan bilateral telah berkembang sangat positif sejak kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Wirajuda ke Norwegia pada Januari tahun 2006.
5. Kedua belah pihak menggarisbawahi kemajuan di sektor berikut: energi, lingkungan dan perubahan iklim, pelucutan senjata dan senjata nuklir, HAM dan pembangunan demokrasi, Dialog Global Intermedia, kebijakan kesehatan dan luar negeri, reformasi PBB dan Network dari pemimpin-pemimpin global (MDG 4 dan 5). Kedua delegasi menekankan pentingnya meneruskan dukungan dan mengembangkan kerja sama di area ini, serta menjajaki kemungkinan kerja sama di area baru.
6. Kedua belah pihak mengungkapkan kepuasan atas kerja sama di bidang iklim dan energi, secara khusus melalui dialog bilateral energi, program PBB REDD dan program kerja sama bilateral pembangunan yang berfokus pada area tersebut. Norwegia mengumumkan bahwa Kedutaan Norwegia di Jakarta akan segera membuka posisi baru sebagai penasehat isu iklim dan kehutanan sebagai salah satu upaya memperkuat kerja sama ini
7. Kedua pihak setuju bahwa terdapat potensi yang besar untuk kerja sama bilateral ekonomi. Mereka mendiskusikan kemungkinan memulai negosiasi antara Indonesia dan EFTA tentang perjanjian perdagangan. Norwegia mengumumkan bahwa Innovation Norway telah diminta untuk mempelajari kemungkinan membuka perwakilan di Indonesia.
8. Kedua Negara setuju untuk meneruskan dialog energi, dengan konsultasi bilateral tahunan dan seminar bilateral tentang energi terbarukan yang akan diselenggarakan tahun ini. Norwegia mengumumkan bahwa Perdana Menteri Stoltenberg telah mengundang Presiden Yudhoyono untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi tentang Penangkapan dan Penyimpanan Gas Karbon (Carbon Capture and Storage atau CCS) yang berlangsung di Bergen pada 27-28 Mei 2009.
9. Kedua belah pihak menandatangani Grant Agreement untuk Proyek Energi Terbarukan Baron Technopark dan Grant Agreement untuk Pembangunan Kapasitas di bidang Perikanan dan Aquaculture.
10. Norwegia menyatakan dukungannya terhadap upaya berkelanjutan Indonesia memerangi korupsi dan menunjukkan penghargaannya bahwa komisioner dari Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) berpartisipasi dalam Corruption Hunter Network yang diperkenalkan Norwegia. Norwegia juga mengumumkan dukungannya terhadap kerja sama UNODC dengan institusi anti korupsi Indonesia melalui kucuran dana sebesar 2 juta Dolar Amerika di tahun 2009/10.
11. Indonesia menyatakan kepuasannya sehubungan dengan meningkatkan jumlah turis Norwegia yang mengunjungi Bali dan bahwa institusi pendidikan Norwegia keempat akan didirikan di Bali, dengan jumlah murid Norwegia yang akan belajar di Bali diperkirakan mencapai 1,000 siswa per tahunnya.
12. Sebagai tindak lanjut Global Intermedia Dialogue (GIMD), Norwegia mengumumkan rencananya untuk mendukung Dewan Pers Indonesia dan melatih wartawan dalam hal kode etis, serta hukum dan peraturan Indonesia yang relevan. Upaya lain yang terkait dengan GIMD adalah dukungan finansial Norwegia untuk para peneliti dan siswa program pertukaran pelajar di bidang media dan komunikasi antara Universitas Indonesia dengan Universitas Oslo/Oslo University College.
13. Kedua belah pihak setuju untuk mengembangkan program pertukaran budaya. Norwegia menyatakan rencananya untuk secara substansial meningkatkan kerja sama dengan institusi budaya Indonesia, terutama dalam bidang film dan musik, diantaranya melalui festival film Asia Tenggara terbesar, Jakarta International Film Festival, serta JavaJazz dan Dewan Kesenian Jakarta.
14. Kedua belah pihak menyatakan kepuasannya tentang negosiasi pembebasan visa untuk pemegang paspor diplomatik. Norwegia meminta otoritas Indonesia untuk mempertimbangkan mengeluarkan visa pelajar 5 bulan bagi pelajar Norwegia yang mengunjungi Indonesia.
15. Kedua belah pihak menyatakan kepuasannya dengan pemberlakuan piagam ASEAN bulan Desember lalu. Norwegia menyatakan dukungannya terhadap proses ini dan tujuan organisasi untuk membentuk ASEAN Community pada tahun 2015. Norwegia mengatakan bahwa mereka telah meminta agar Duta Besar Norwegia di Jakarta diangkat sebagai wakil di ASEAN.
16. Kedua Negara menyatakan kepuasannya dengan berbagai kunjungan politik dalam tiga tahun terakhir, termasuk kunjungan Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Stoltenberg. Kedua Negara juga menyatakan kepuasan mereka akan keberhasilan konsultasi politik (Foreign Office Consultations) yang berlangsung di Oslo pada bulan Oktober 2008 dan setuju untuk melakukan konsultasi politik serupa di Jakarta pada akhir tahun 2009.
17. Norwegia memuji Indonesia atas didirikannya Forum Demokrasi Bali. Letter of Intent sehubungan dengan dukungan Norwegia terhadap Forum Demokrasi Bali ditandatangani oleh kedua menteri saat pertemuan berlangsung, yang menetapkan area yang harus dijajaki untuk kerja sama di masa mendatang dalam kerangka kerja Forum Demokrasi Bali. Norwegia telah berjanji untuk mengucurkan sumbangan sebesar 14,5 juta NOK dan 3 juta NOK untuk kegiatan terkait.
18. Indonesia dan Norwegia setuju untuk bersama-sama menyelenggarakan seminar tentang perdamaian dan upaya rekonsiliasi yang akan diadakan di Indonesia, sehubungan dengan dukungan Norway terhadap Forum Demokrasi Bali.
19. Kedua Negara setuju untuk meluncurkan perjanjian trilateral tentang pendidikan tinggi untuk siswa Afganistan di Indonesia, dimana setengah dari siswa tersebut wanita, dimulai dengan proyek percontohan di Universitas Udayana di Bali. Indonesia akan melakukan pendekatan terhadap Afganistan sehigga ketiga pihak dapat melakukan berbagai pengaturan dan menetapkan ruang lingkup kerja sama ini sehubungan dengan dukungan Norwegia terhadap Forum Demokrasi Bali.
20. Kedua Negara juga setuju untuk memperkenalkan program pelatihan untuk Diplomat Indonesia di bidang HAM, yang disesuaikan dengan latar belakang dan pengalaman para diplomat dan program kunjungan ke Departemen Luar Negeri masing-masing negara.
21. Kedua pihak menggarisbawahi pentingnya pelucutan senjata dan perjanjian senjata nuklir, serta pentingnya mendapatkan hasil positif dari Konferensi NPT 2010 Review. Kedua pihak berjanji untuk bekerja sama secara erat untuk mencapai hal ini, dan menggunakan Inisiatif Tujuh Negara secara maksimal.
22. Indonesia dan Norwegia bersama dengan Implementation Support Unit of the Biological and Toxin Weapons Convention (BTWC) akan menyelenggarakan lokakarya untuk mendukung program kerja BTWC dalam pembangunan kapasitas pengawasan penyakit di Oslo pada 18-19 Juni 2009. Tema lokakarya ini sejalan dengan pemikiran Kebijakan Luar Negeri dan Inisiatif Kesehatan Global yang berupaya meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara kebijakan luar negeri dan isu kesehatan global.
23. Kedua Negara menggarisbawahi rencana untuk memperkuat dan memperdalam dialog bilateral di bidang politik, lingkungan dan isu keamanan.
Agenda pertemuan
Isu Bilateral
• Situasi politik
• Dialog HAM dan isu HAM lainnya
• Kerja sama ekonomi dan pembangunan, kerja sama energi
• Kerja sama di area baru
Isu Regional
• ASEAN, Myanmar
• Wilayah Utara
Isu Internasional
• Perubahan iklim dan perhutana, Konferensi Perubahan Iklim PBB di Copehnhagen
• Kebijakan Kesehatan dan Luar Negeri
• Pelucutan senjata dan senjata nuklir
• Afghanistan
• Timur Tengah
• Sri Lanka