Foto: Hege Karsti Ragnhildstveit.Foto: Hege Karsti Ragnhildstveit

Delegasi Kehutanan dan Perubahan Iklim Norwegia mengunjungi propinsi percobaan di Kalimantan Tengah dan Jakarta

Terakhir diperbarui: 02/03/2011 // Pada awal bulan Februari, delegasi Norwegia mengunjungi propinsi Kalimantan Tengah. Dipimpin oleh Duta Besar Hutan dan Perubahan Iklim Norwegia, Hans Brattskar dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Eivind Homme, delegasi tersebut disambut oleh Gubernur Augustin Teras Narang. Kedua duta besar menikmati ritual penyambutan sebelum menapakkan kaki mereka di tanah Kalimantan. Di Jakarta, delegasi bertemu dengan Wakil Presiden Boediono untuk membahas kemajuan kerja sama di bidang kehutanan dan iklim.

Kalimantan Tengah merupakan propinsi terbesar ketiga di Indonesia. Dengan luas sekitar 153.000 km2, propinsi ini merupakan rumah bagi hutan dan lahan gambut. Setelah disambut hangat dan melakukan pertemuan dengan gubernur dan komite propinsi REDD+ (Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan), delegasi kemudian mengunjungi daerah hutan disekitar Sungai Rungan. Bergabung dengan delegasi ini adalah anggota Kelompok Kerja REDD+ nasional dan pemerintah propinsi. Delegasi Norwegia kemudian melihat sekelompok orang utan pengungsi yang diberi tempat tinggal baru di beberapa pulau di dekat sungai setelah habitat asli mereka dihancurkan. Penduduk lokal yang tinggal di tepi sungai berbagi cerita kepada kedua duta besar tentang bagaimana mata pencaharian tradisional mereka terancam karena penggundulan hutan. Ancaman terhadap hutan dan pentingnya menyertakan penduduk lokal dalam perencanaan REDD+ didiskusikan oleh anggota LSM lokal yang datang dalam acara makan malam bersama dengan delegasi Norwegia di ibu kota propinsi, Palangkaraya.

 

Setelah perjalanan ke lapangan yang penuh inspirasi, Duta Besar Brattskar bersama timnya bertemu dengan ketua Kelompok Kerja REDD+, Kuntoro Mangkusubroto di Jakarta, dimana mereka mendiskusikan kemajuan kerja sama bilateral REDD+.  Kedua negara telah menyetujui bahwa sebuah perusahaan konsultan independen akan mengkaji hasil yang telah dicapai hingga saat ini. Para mitra Norwegia dan Indonesia setuju bahwa ada tantangan sulit yang harus dihadapi, namun senang dengan hasil nyata yang telah dicapai sejak Letter of Intent ditandatangani pada bulan Mei 2010.

 

Pada hari terakhir, delegasi Norwegia mengadakan pertemuan yang berlangsung sukses dengan Wakil Presiden Boediono. Selama kunjungan, delegasi juga bertemu dengan UNDP, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, mitra pembangunan bilateral dan anggota masyarakat sipil.

 

Share di jaringan anda   |   print