Penasehat baru perkuat fokus Norwegia dalam penggundulan hutan dan perubahan iklim

25/05/2010 // Hege Karsti Ragnhildstveit akan memperkuat fokus upaya pengurangan emisi dari penebangan hutan sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim.

Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta baru-baru ini menciptakan posisi penasehat baru guna memperkuat fokus dalam hal penebangan hutan dan low carbon development di Indonesia, Papua New Guinea dan Vietnam. Ragnhildstveit akan mempersiapkan strategi untuk menerapkan Inisiatif Hutan dan Iklim Internasional Pemerintah Norway (the Government of Norway International Climate and Forest Initiative). Ragnhildstveit mulai bekerja pada bulan Januari, namun ia memiliki bekal pengetahuna yang baik tentang wilayah-wilayah di Indonesia dan dapat berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia.

Latar belakang

Inisiatif Hutan dan Iklim Pemerintah diperkenalkan oleh Perdana Menteri Jens Stoltenberg pada pertemuan

tingkat tinggi perubahan iklim di Bali pada bulan Desember 2007, dan mulai dijalankan pada musim semi 2008. Salah satu tujuan proyek ini adalah mengurangi emisi gas rumah kaca dari penebangan dan degradasi hutan di negara-negara berkembang dalam konteks perjanjian iklim global yang baru. Inisiatif ini dimaksudkan untuk diterapkan di semua hutan tropis dan dibangun berdasarkan kerja sama dengan berbagai organisasi multilateral seperti PBB, Bank Dunia dan bank-bank pengembangan regional.

Indonesia, Vietnam dan Papua New Guinea merupakan tiga dari sembilan negara yang sejak awal disertakan dalam United Nations Collaborative Programme on Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation in Developing Countries (UN-REDD), dan ketiga Negara telah mulai bekerja untuk menciptakan strategi nasional, menerapkan sistem untuk memonitor, menilai, melaporkan dan menguji luasnya hutan dan emisi karbon serta mengusulkan tindakan yang perlu dilakukan

.

Share di jaringan anda   |   print