Indonesia dan Norwegia bekerjasama dalam mengembangkan keamanan maritim di Selat Malaka

Terakhir diperbarui: 30/03/2010 // Hari Kamis 25 Maret 2010 Norwegia dan Indonesia menandatangani perjanjian mengenai bantuan Norwegia untuk membentuk sistim pemantauan lalu lintas untuk kapal-kapal di pantai Sumatra, Indonesia, di bagian utara Selat Malaka. Tujuan keseluruhan dari kerjasama ini adalah untuk mengembangkan sistim keamanan di pantai perairan dibagian utara Selat Malaka dan untuk mempertinggi pengorganisasian penyelidikan dan penyelamatan di daerah ini.

Jumlah total dari proyek ini kira-kira 15 juta dolar amerika, dan terdiri dari pinjaman dan kontribusi hibah.  Tender internasional untuk proyek pengembangan ini akan segera dibuka untuk publik.  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Indonesia akan menjadi badan pelaksana proyek ini.

 

Yang Mulia Duta Besar Eivind S. Homme menandatangani perjanjian ini atas nama Norwegian Agency for Development Cooperation, sementara dari pihak Indonesia penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutang Kementrian Keuangan, Bapak Rahmat Waluyanto.

 

”Sebagai salah satu bangsa perkapalan terbesar di dunia, Norwegia senang dapat berkeja sama dengan Indonesia dan dapat memberikan bantuan seperti ini”, kata duta besar Homme.  ”Banyaknya jumlah kapal, termasuk kapal-kapal Norwegia yang berlayar melewati jalur laut yang luas ini setiap harinya, dan  pengembangan kemampuan pemantauan akan membawa keuntungan bagi Indonesia, demikian juga bagi komunitas pekapalan internasional”.

 

Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutang Kementrian Keuangan, menyampaikan penghargaannya kepada Pemerintah Kerajaan Norwegia atas bantuan finansial untuk proyek ini yang perlu dengan segera membentuk sebuah sistim pemantauan lalu lintas untuk daerah perairan pantai Indonesia, bagian dari Selat Malaka.  Karena lingkungan kelautan sepanjang pantai Indonesia dan perairan lepas pantainya memberikan kontribusi yang signifikan kepada perekonomian negeri ini, maka kecelakaan maritim yang melibatkan hilangnya minyak akan memberikan pengaruh ekonomi yang besar dan membawa akibat serius kepada ekonomi nasional.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi :

Thomas Mosberg-Stangeby
First Secretary
Royal Norwegian Embassy
Menara Rajawali 25th Floor,
Jl. Mega Kuningan Lot # 5.1,
Jakarta 12950
+62 21 576 1523 (office)
+62 816884163 (mobile)
thsn@mfa.no

or

Maurin Sitorus
Director of Funds
Directorate General of Debt Management
Ministry of Finance of the Republic of Indonesia
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta 10710
+62 21 3458289 (office) 


Share di jaringan anda   |   print