Pertemuan dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

13.04.2011 // Dalam pertemuan pada hari Senin 4 April 2011, Duta Besar Norwegia Y.M. Eivind Homme memuji Y.M. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalaia Sari Gumelar untuk berbagai tindakan yang dilakukan Kementriannya dalam rangka mempromosikan kesetaraan gender, dan menawarkan dukungan kuat dan kemitraan Norwegia.

Duta Besar Homme memberikan pengenalan dan kabar terkini kepada Menteri Linda Gumelar tentang proyek-proyek gender yang didukung Norwegia.  Proyek-proyek yang utama bekerja sama dengan The Asia Foundation mengenai partisipasi politik perempuan, dan Komnas Perempuan mengenai perlindungan hak-hak perempuan melalui pelaksanaan hukum-hukum nasional Indonesia dan konvensi hak-hak azazi manusia yang sudah diratifikasi oleh Indonesia.  Ia memuji ibu Menteri untuk segala sesuatu yang dilakukan dalam rangka mempromosikan kesetaraan gender dan menarwarkan dukungan kuat dan kemitraan Norwegia.

Dalam pertemuan ini, topik-topik sentral dibicarakan termasuk Anggaran yang Responsif terhadap Gender, pelaksanaan UNSCR 1325 mengenai perempuan, perdamaian dan keamanan, serta Peradilan Anak Remaja.  Sejak tahun 2010, setiap program dalam tiap kementrian diharuskan untuk menggunakan Anggaran yang Responsif terhadap Gender.  Kementrian ini menyambut inisiatif Parlemen untuk membuat undang-undang baru mengenai Anggaran yang Responsif terhadap Gender. Kementrian ini juga sedang mengerjakan Draft Rencana Aksi Nasional terkait UNSCR 1325, yang diharapkan dapat selesai tahun ini, dimana hal ini juga ada dalam agenda Dialog Hak-Hak Azazi Manusia antara Indonesia dan Norwegia.  Ibu Menteri menjelaskan bahwa undang-udang baru terkait Peradilan Anak Remaja juga berada dalam prioritas di agendanya.  Kedutaan Besar Norwegia sedang memberikan dukungan kepada UNICEF dalam bidang ini.

Topik lain dari diskusi ini adalah perempuan dan hutan / perubahan iklim, dalam hubungannya dengan kemitraan bilateral di bidang hutan dan iklim antara Indonesia dan Norwegia.  Menteri Gumelar mengatakan bahwa dia menghadiri UNFCCC di Cancun, sayangnya issue mengenai perempuan dan hutan belum diberikan perhatian yang cukup dan belum diintegrasikan dalam agenda.

Duta Besar Homme dan Menteri Gumelar setuju untuk memperluas kontak dan kerjasama antara Kementrian dan Kedutaan, dan berharap dapat bekerjasama dalam mempromosikan peran perempuan dalam politik dan UNSCR 1325.


Share di jaringan anda   |   print