Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Bappenas dan mitra pembangunannya yang membantu sehubungan dengan Pemilu 2009 dari segi program yang mendukung dan inisiatif pembangunan demokrasi yang terkait. Pertemuan tersebut menyertakan sejumlah mitra pembangunan utama termasuk: Kedutaan Besar Jepang, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, serta perwakilan dari USAID, AusAID, CIDA, UNDP dan mitra pelaksana mereka.
Tujuan dari acara ini adalah untuk berbagi informasi dan pengetahuan tentang praktik terbaik dari upaya-upaya mendukung pembangunan demokrasi. Bappenas juga mengambil kesempatan ini untuk menyampaikan penghargaannya kepada para mitra atas dukungan khusus mereka bagi upaya Indonesia untuk mengkonsolidasikan sistem demokrasi yang baru dimulai.
Acara ini dibuka oleh H.E. Mentern Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Ketua Bappenas Prof. Dr. Armida Alisjahbana, yang menyatakan bahwa ia sangat terkesan dengan perkembangan dan pencapaian upaya bersama dan rekomendasi konstruktif untuk kemajuan.
Kedutaan besar Norwegia, bersama dengan mitranya, Universitas Gadjah Mada, The Asia Foundation dan Komnas Perempuan memberikan presentasi untuk memperlihatkan praktik dan pengalaman mereka.
Aktris dari Ungu Institut membaca kutipan dari pertunjukan teater Henrik Ibsen tahun 1890 'Rumah Boneka', sebuah dialog antara suami dan istri, Nora dan Torvald, di mana Nora menyatakan bahwa dia tidaklah hanya boneka Torvald, dan mencapai puncaknya ketika Nora meninggalkan Torvald untuk menemukan kemerdekaannya. Hal itu memberikan kesan mendalam pada penonton.
Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender adalah kunci, tema lintas sektor dalam kebijakan luar negeri dan pembangunan Norwegia. Norwegia memberikan makna yang sangat besar bagi hak-hak perempuan dan posisi perempuan dalam masyarakat dan dalam beberapa tahun terakhir telah bekerja sama dengan berbagai organisasi perempuan Indonesia, kata HE Duta Besar Norwegia Eivind Homme dalam sambutannya.
Presentasi dari pengalaman dan praktik terbaik diatas dijabarkan lebih lanjut dan diperkaya oleh para peserta sehingga hasil dari pertemuan ini akan memberikan dasar kuat bagi kelanjutan kerjasama pembangunan demokrasi.