“Untuk mendapatkan pendanaan yang cukup untuk tindakan memerangi perubahan iklum di Negara berkemabng adalah hal penting untuk mencapai perjanjian iklim internasional yang baru. Kelompok ini akan bekerja untuk menciptakan sistem pendanaan yang berjalan baik dan saya menyambut baik kesempatan untuk bepartisipasi aktif dalam kelompok ini,” kata Perdana Menteri Stoltenberg.
Menurut Perjanjian Copenhagen yang disepakati pada pertemuan akhir bulan Desember, negara maju akan menggalang dana mencapai 30 milyar Dolar Amerika selama periode tahun 2010-2012 dan total sebesar 100 milyar Dolar Amerika per tahunnya dimulai pada tahun 2020. Perjanjian juga menyebutkan bahwa negara-negara akan berupaya untuk membatasi kenaikan suhu sebanyak 2 derajat Celsius, dan menerapkan upaya untuk mengurangi atau membatasi emisi gas rumah kaca.
Kelompok iklim PBB yang baru ini akan menyusun proposal untuk pendanaan pengurangan emisi dan adaptasi strategi di negara-negara berkembang. Sektor swasta dan publik akan berpartisiapsi dalam menyumbangkan cara/metode.
Kelompok ini akan diketuai oleh Perdana Menteri Inggris Gordon Brown dan Perdana Menteri Eropa Meles Zenawi. Anggota kelompok ini termasuk Presiden Guyana Bharrat Jagdeo serta menteri dan ekonom dari sejumlah negara. Anggota kelompok ini mewakili negara berkembang dan negara maju.
Kelompok iklim PBB akan mempersentasikan laporan akhir sebelum pertemuan PBB berikutnya di Meksiko pada bulan Desember tahun ini.